Apa itu SPBM di Academica Education?

Posted :

in :

by :

SPBM (Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah) adalah pendekatan pembelajaran di mana siswa sejak awal dihadapkan pada suatu masalah nyata (real-world problem) yang relevan dengan materi pelajaran. Alih-alih guru langsung memaparkan rumus atau definisi secara searah, siswa diajak untuk:

  1. Menganalisis masalah tersebut.
  2. Mencari data atau konsep dasar pendukung.
  3. Menemukan solusi terbaik secara mandiri dengan bimbingan tutor.

Ketika metode ini dibawa ke dalam ekosistem Les Online Academica Education, proses belajar menjadi jauh lebih dinamis dibandingkan kelas daring biasa yang sering kali memicu kejenuhan.

Keunggulan Les Online Berbasis SPBM di Academica Education

Penerapan SPBM dalam format bimbingan belajar daring (online) memberikan sejumlah efisiensi dan dampak positif yang signifikan bagi siswa:

1. Meningkatkan Kemampuan Higher-Order Thinking Skills (HOTS)

Ujian sekolah maupun seleksi masuk perguruan tinggi saat ini didominasi oleh soal-soal penalaran (HOTS). Melalui SPBM, siswa Academica Education terbiasa memecahkan masalah kompleks, sehingga mereka tidak kaget saat menghadapi soal-soal penalaran tingkat tinggi karena logika berpikirnya sudah terlatih.

2. Belajar Lebih Fleksibel dan Interaktif

Layanan les online memangkas jarak dan waktu. Siswa dari berbagai wilayah dapat mengakses tutor terbaik Academica Education langsung dari rumah. Platform online yang digunakan juga dilengkapi fitur interaktif (seperti digital whiteboard dan screensharing) yang mendukung jalannya diskusi pemecahan masalah secara real-time.

3. Materi Kontekstual yang Lebih Mudah Diingat

Karena dimulai dari sebuah kasus atau masalah sehari-hari, siswa akan memahami mengapa mereka harus mempelajari suatu rumus atau teori. Hal ini membuat pemahaman bertahan dalam jangka panjang (long-term memory), bukan sekadar ingat saat besok mau ujian lalu lupa.

4. Pendampingan Intansif oleh Tutor Berkompeten

Tutor di Academica Education bertindak sebagai fasilitator (bukan sekadar penceramah). Mereka mengarahkan alur berpikir siswa menggunakan pertanyaan pemantik (trigger questions) hingga siswa berhasil menemukan konsep matematika, fisika, kimia, atau bahasa Inggris secara mandiri.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *